FSLDK:Menuju Pergulatan Pemikiran
Puji Syukur untuk Allah azza wajallah. Telah dijadikannya kita terhimpun dalam barisan dakwah. Semoga kita tetap istiqomah dan pengembanannya. Amiin.
Selawat dan salam untuk Rasulullah Saw. Allahumma shalli ‘ala Muhammad.
Saudaraku. Kembali kita berhimpun dalam majelis syuro FSLDK. Entah untuk kali yang ke berapa. Sudah banyak tentunya. Semoga memberi manfaat besar terhadap diri dan ummat. Semoga aroma kebangkitan itu kian terasa. Mewangi di sepanjang hari-hari. Dan kitapun bisa mengapresiasikannya sejauh kita bisa. Sekuat kemampuan. Mempertebal tekad dan kemauan. Hingga makin menyadarkan betapa besar cita-cita kita. Yang memunculkan kesadaran bahwa semuanya tidak mungkin hanya diusung dengan amalan yang ala kadarnya. Makin meyakinkan kita Allah senantiasa bersama hamba-hambaNya yang berjuang di Jalan-Nya.
Saudaraku…Kebangkitan selalu di awali kelemahan. Kelemahanlah yang menjadikan diri serasa tak berdaya. Hingga dalam kelemahan itu jualah muncul banyak kesadaran. Kesadaran untuk mencoba berbenah. Mempersiapkan segala instrument instrumen penting pendukung kebangkitan. Kita butuh kekuatan. Energi besar untuk menggerakkan. Berangkat meninggalkan kelemahan itu. Berusaha menjayakan negeri. Sedikit demi sedikit dan perlahan. Dengan penuh kesabaran akan kita rakit menjadi fenomena unik dalam menjemput masa depan Islam. Menyongsong kebangkitan. Kebangkitan Islam yang telah lama di nantikan. Yang lebih dramatis dari revolusi Perancis. Yang lebih canggih dari revolusi Industri. Hingga semua mata akan terbelalak. Kebimbangan akan sirna. Allah saja tujuan segalanya.
Sudah menjadi catatan di pentas sejarah. Episode kebangkitan diawali dengan kebangkitan pemuda. Disetiap irama kebangkitan pemuda menjadi inti kekuatanya. Disetiap debutnya pemuda yang ikhlas, mawas lagi cerdas sebagai barisan intinya. Maka menyiapkan pemuda-pemuda adalah langkah strategis dan praktis untuk mengembalikan kegemilangan Islam. Dengan demikian pembinaan pemuda menjadi suatau yang tidak boleh terabaikan.
Bila kebangkitan islam itu dari timur, mungkinkah Indonesia sebagai pusatnya? Beratus juta jiwa kaum muslimin di dalamnya. Negara dengan kaum muslimin terbesar di dunia. Kalau memang demikian, adakah kita sebagai kontributornya? Kelak, semua akan semakin menyadari. Mungkin kitalah generasi yang sejak dulu dinanti-nantikan itu. Amin.
PUSKOMNAS FSLDK
FKI RABBANI UNIVERSITAS ANDALAS
(Hasdi, Dismal, Devid, Atiza, Wina, Fathi, Fitria, Defi, Yuhelna, Endah, Wery, Anis, Chani )


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home